Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2011

Brain Games & Brain Training

Otak, menjadi cerah.
Meningkatkan kesehatan otak dan kinerja.

* pelatihan Otak menghasilkan manfaat pada dunia nyata
* Meningkatkan memori, perhatian dan kreativitas
* Mudah, berbasis pelatihan otak Web Program

Your brain, just brighter.
Improve brain health and performance.

* Brain training produces real world benefits
* Enhance memory, attention and creativity
* Easy, web-based brain training program
Learn how we can help you.

Your Personalized Plan
The first step to a brighter, healthier brain.
Tell us a little more about your goals and we'll build you a customized brain fitness plan with targeted exercises designed to help you reach your cognitive potential.

We'll start by asking you about five core brain areas:

1. Memory
2. Attention
3. Speed
4. Flexibility
5. Problem Solving

1 Memory
Remember the last time a better memory could have come in handy?

Having a better memory can help you remember names, find locations, and recall important information more quickly and accurately. Scientists have even tied memory to general intelligence.

Each of the following skills involves the use of memory. Targeted brain training can exercise and thus improve each and every one. Please pick the ones you’re interested in improving.
* Remembering names after the first introduction
* Navigating a new city using mental directions
* Performance on IQ tests
* Learning new subjects quickly and accurately
* Recalling the location of objects
* Calculating figures in your head
* Remembering visual patterns

2 Attention
Have we got your attention?

Landmark studies have shown that attention training has a meaningful impact on your ability to perform well on tests, at sports, and in other visually demanding activities. Better attention can also improve your ability to filter out distraction, thus increasing your productivity at work and home.

Research shows our cognitive exercises improve specific abilities related to attention. Please select the ones you’d like to enhance.
* Concentrating on new challenges
* Productivity at work or at home
* Driving safely and quickly
* Accuracy in sports like golf or tennis
* Avoiding distractions
* Peripheral vision
* Focusing on important tasks throughout your day

3 Speed
Think fast.

Exercising your mental processing speed can help you think more clearly and quickly, improve reaction time, and increase alertness and awareness. Brain speed training can help you become sharper at work, school and throughout your life.

Speed includes a variety of cognitive skills that well-designed brain training can enhance. Please pick the speed-related abilities you’d like to accelerate.
* Reaction time
* Decision-making in time-sensitive situations
* Determining the best route through busy traffic
* Sense of direction
* Speeding up other cognitive processes
* Mental visualizations
* Adapting to changing environments

4 Flexibility
Switch things up with flexible thinking.

Flexibility training can make multitasking a breeze, help you articulate your thoughts better, and give you the discipline to resist temptation. Getting better at flexibility can help improve your precision, cognitive control, and even your creative thinking.

A variety of flexibility exercises can help you work out your flexible thinking skills. Pick the flexibility skills you’d like to improve most.

* Strategic planning
* Multitasking quickly and efficiently
* Thinking outside the box
* Avoiding errors and mistakes
* Communicating clearly
* Resisting temptation and controlling impulses
* Rapidly shifting your focus of attention

5 Problem Solving
Need solutions? No problem.

Better problem solving skills can help you make quick, accurate decisions. Users that have trained their problem solving skills have reported a better ability to make mental estimates, comparisons, and calculations, not to mention more efficient thinking overall.

Problem solving represents a diverse category of cognitive skills and abilities. Brain training can help you exercise and improve these abilities. Pick the ones you’re most interested in improving.

* Performing mental calculations
* Determining the best course of action from multiple options
* Recognizing patterns and trends
* Making quick, accurate estimations
* Comparing different values
* General aptitude with numbers
* Dissecting complex arguments


Personalize Your Training
You're almost done completing your personal plan.
Untuk Tes Harus registrasi terlebih dahulu. Ini adalah linknya CLICK AJA YA GAK BAYAR INI

Ini adalah materinya kalau ingin tahu

Your Training Plan
Your Brain Training Plan

To help you achieve your goals, we’ve customized a training regimen of courses and exercises that match your brain training priorities.

Scheduled Courses

Basic Training Daily Sessions: 40
Best introduction to Lumosity, exercises all brain areas


Memory Boost Daily Sessions: 20
Improves spatial memory, working memory, and face-name recall


Attention Boost Daily Sessions: 20
Improves peripheral vision and focus




Rabu, 30 Maret 2011

MIMPI BISA MENDETEKSI PENYAKIT

Setiap orang di dunia ini pasti pernah bermimpi. Meskipun umummnya orang mengganggap hal itu sebagai kembang tidur, tapi penyelidikan soal mimpi ini belum juga berakhir. Bahkan ada orang yang mengaitkan mimpi ini dengan pertanda penyakit.

Bangsa Yunani kuno justru menggunakan mimpi untuk memperoleh penjelasan mengenai pengobatan untuk suatu penyakit yang paling tepat. Orang yang sakit diharuskan pergi ke kuil untuk melakukan beberapa hal seperti puasa, memberikan persembahan dsb. Dalam tidurnya nanti ia diharapkan akan memperoleh petunjuk atas penyakitnya.

Artemidorus, juru ramal Yunani abad II yang piawai menganalisis mimimpi dan membagi unsur mimpi ini ke dalam dua kelompok, yaitu mimpi yang merupakan refleksi kehidupan sehari-hari dan pertanda untuk masa depan. Kepiawaian si juru ramal ini juga diakui oleh Sigmund Freud.

Mimpi seringkali disertai dengan rapid eye movement (REM), kondisi dimana biji mata terkatup, kelopaknya bergerak dengan kecepatan tinggi. Dari penelitian diperoleh petunjuk REM bisa terjadi antara 5-7 kali dalam semalam. Pola bolak-balik ini terjadi secara tidak teratur dan belum diketahui apa penyebabnya. Diduga, ini bisa jadi berhubungan erat dengan kesehatan fisik, kondisi mental, masalah yang dihadapi, ataupun minuman keras serta obat-obatan yang dikonsumsi.


Ciri fisik lain yang menyertai seseorang yang sedang bermimpi adalah tarikan napas menjadi pendek, tak teratur, dan cepat. Sementara denyut nadi dan tekanan darah meningkat.

Meskipun sampai saat ini belum jelas benar apakah mimpi itu bisa mendeteksi penyakit. Seseorang yang terlalu sering bermimpi, apalagi mimpi yang menakutkan, itu menunjukkan secara kejiwaan ia mengalami gangguan, yang pada akhirnya akan mengganggu kesehataannya.

Pengobatan dan Penyakit menurut Islam

1. Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)". (HR. Ashabussunnah)

2. Allah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya, diketahui oleh yang mengetahui dan tidak akan diketahui oleh orang yang tidak mengerti. (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab. (HR. Ibnu Majah)

4. Apabila terjadi dalam satu negeri suatu wabah penyakit dan kamu di situ janganlah kamu ke luar meninggalkan negeri itu. Jika terjadi sedang kamu di luar negeri itu janganlah kamu memasukinya. (HR. Bukhari)

5. Wafat karena wabah adalah mati syahid. (HR. Bukhari)


Penjelasan:
Tentu tidak setingkat dengan gugur di jalan Allah.

6. Janganlah orang sakit mengunjungi orang sehat. (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja. (HR. Ad-Dailami)

8. Allah tidak menjadikan penyembuhanmu dengan apa yang diharamkan atas kamu. (HR. Al-Baihaqi)

Penjelasan:
Yang haram tidak dapat dijadikan obat untuk menyembuhkan penyakit.

9. Apabila seorang yang sakit dari kamu menginginkan sesuatu makanan berikanlah. (HR. Ibnu Majah)

10. Mohonlah kepada Allah keselamatan dan afiat (kesehatan). Sesungguhnya tiada sesuatu pemberian Allah sesudah keyakinan (iman) lebih baik daripada kesehatan. (HR. Ibnu Majah)

11. Larilah dari penderita lepra sebagaimana kamu lari dari harimau. (HR. Bukhari)

12. Apabila seorang hamba sakit sedang dia biasa melakukan sesuatu kebaikan maka Allah berfirman kepada malaikat: "Catatlah bagi hambaKu pahala seperti yang biasa ia lakukan ketika sehat." (HR. Abu Hanifah)

13. Rasulullah Saw ditanya tentang azal (mengeluarkan air mani diluar kemaluan istri). Beliau lalu menjawab, "Lakukanlah yang kamu pandang baik dan apa yang telah ditakdirkan Allah pasti akan terjadi, dan bukan kepastian bahwa dari tiap air mani dapat terjadi anak. "(HR. Al Hakim)

Selasa, 15 Februari 2011

Better Turbine Spacing for Large Wind Farms

Large wind farms are being built around the world as a cleaner way to generate electricity, but operators are still searching for the most efficient way to arrange the massive turbines that turn moving air into power.

To help steer wind farm owners in the right direction, Charles Meneveau, a Johns Hopkins fluid mechanics and turbulence expert, working with a colleague in Belgium, has devised a new formula through which the optimal spacing for a large array of turbines can be obtained.

"I believe our results are quite robust," said Meneveau, who is the Louis Sardella Professor of Mechanical Engineering in the university's Whiting School of Engineering. "They indicate that large wind farm operators are going to have to space their turbines farther apart."

The newest wind farms, which can be located on land or offshore, typically use turbines with rotor diameters of about 300 feet. Currently, turbines on these large wind farms are spaced about seven rotor diameters apart. The new spacing model developed by Meneveau and Johan Meyers, an assistant professor at Katholieke Universiteit Leuven in Belgium, suggests that placing the wind turbines 15 rotor diameters apart -- more than twice as far apart as in the current layouts -- results in more cost-efficient power generation.

Meneveau presented the study results recently at a meeting of the American Physical Society Division of Fluid Dynamics. Meyers, co-author of the study, was unable to attend.

The research is important because large wind farms -- consisting of hundreds or even thousands of turbines -- are planned or already operating in the western United States, Europe and China. "The early experience is that they are producing less power than expected," Meneveau said. "Some of these projects are underperforming."

Earlier computational models for large wind farm layouts were based on simply adding up what happens in the wakes of single wind turbines, Meneveau said. The new spacing model, he said, takes into account interaction of arrays of turbines with the entire atmospheric wind flow.

Meneveau and Meyers argue that the energy generated in a large wind farm has less to do with horizontal winds and is more dependent on the strong winds that the turbulence created by the tall turbines pulls down from higher up in the atmosphere. Using insights gleaned from high-performance computer simulations as well as from wind tunnel experiments, they determined that in the correct spacing, the turbines alter the landscape in a way that creates turbulence, which stirs the air and helps draw more powerful kinetic energy from higher altitudes.

The experiments were conducted in the Johns Hopkins wind tunnel, which uses a large fan to generate a stream of air. Before it enters the testing area, the air passes through an "active grid," a curtain of perforated plates that rotate randomly and create turbulence so that the air moving through the tunnel more closely resembles real-life wind conditions.

Air currents in the tunnel pass through a series of small three-bladed model wind turbines mounted atop posts, mimicking an array of full-size wind turbines. Data concerning the interaction of the air currents and the model turbines is collected by using a measurement procedure called stereo particle-image-velocimetry, which requires a pair of high-resolution digital cameras, smoke and laser pulses.

Further research is needed, Meneveau said, to learn how varying temperatures can affect the generation of power on large wind farms. The Johns Hopkins professor has applied for continued funding to conduct such studies.

The above story is reprinted from materials provided by Johns Hopkins University, via EurekAlert!, a service of AAAS.

Jumat, 04 Februari 2011

Tenaga Listrik dari Air Belimbing Wuluh

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAGETAN - Seorang warga di Desa Nguntoronadi, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jatim, Sunarto (40), mampu menciptakan tenaga listrik dari bahan dasar larutan air belimbing wuluh atau biasa disebut urang banua belimbing tunjuk.

"Pengembangan tenaga listrik dari larutan belimbing wuluh ini, berawal dari rasa prihatin akan tarif dasar listrik yang terus naik. Apalagi, masih banyak warga Indonesia di daerah pedalaman yang belum tersentuh listrik," ujar pencipta energi listrik dari belimbing wuluh, Sunarto, Selasa (13/7/2010).

Belimbing wuluh yang tumbuh subur di pekarangan rumahnya, ia sulap menjadi zat pengurai yang mampu menghasilkan tenaga listrik alternatif, di tengah keluhan warga akan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sejak awal Juli lalu. Ia menjelaskan, untuk menciptakan energi listrik tersebut, awalnya belimbing yang biasa digunakan sebagai sayuran ini dihaluskan untuk diambil airnya. selanjutnya, dengan menggunakan media tanah yang ditaruh dalam gelas bekas air mineral ini, air belimbing ini disuntikan secukupnya.

Selanjutnya, masing masing gelas berisi tanah bercampur sari air belimbing ini dihubungkan dengan rangkaian kawat lempengan tembaga dan seng, guna mengalirkan arus listrik. Hasilnya, energi listrikpun tercipta dengan tegangan yang lumayan, yakni hingga mencapai 5 Volt, cukup untuk menghidupkan lampu penerangan. Tegangan yang dihasilkan ini juga lebih besar dari tegangan satu buah batu baterai.

Menurut dia, energi listrik ini tercipta karena belimbing wuluh yang memiliki tingkat keasaman tinggi hingga dapat menghantarkan ion dan elektron yang ada pada lempengan tembaga dan seng. Sehingga terciptalah arus listrik. Rata-rata, 10 butir belimbing wuluh ini mampu menciptakan tegangan listrik hingga mencapai 2,5 volt atau setara dengan satu buah batu baterai kering. Bahkan menurut pengalamannya, energi listrik dari belimbing sayur ini dapat bertahan lama hingga mencapai satu bulan.

Sunarto yang juga guru elektronik di salah satu SMA di Bendo Magetan ini, berharap, nantinya temuannya ini dapat terus dikembangkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Di antaranya untuk menghidupkan radio, jam dinding, hingga lampu penerangan bagi daerah pedesaan yang belum tersentuh listrik.

Hingga kini, Sunarto masih terus mengembangkan hasil temuannya. Ia ingin nantinya setelah berkembang, energi listrik alternatif temuannya ini dapat dikemas dalam bentuk produk energi yang praktis layaknya baterai. Sehingga, temuannya itu dapat dikembangkan sebagai salah satu energi alternatif ditengah tarif listrik yang dampaknya kian terasa berat bagi rakyat kecil.

Kamis, 03 Februari 2011

Kecoa berkhasiat sebagai Antibiotik

Menurut laporan Daily Mail, pengujian telah menemukan jaringan dari otak dan sistem saraf serangga bisa membunuh lebih dari 90 persen infeksi MRSA dan E-coli tanpa merugikan sel manusia.

Simon Lee, seorang peneliti pascasarjana dari University of Nottingham, mengatakan, kecoa memiliki sifat antibiotik yang kuat setelah menemukan sembilan molekul yang berbeda dalam jaringan kecoa yang beracun bagi bakteri.

"Kami berharap molekul akhirnya dapat dikembangkan menjadi obat untuk E-coli dan infeksi MRSA yang semakin rawan terhadap obat-obatan saat ini," katanya.
Antibiotik baru ini, menurut Kee, berpotensi memberikan alternatif lain untuk obat yang tersedia saat ini. Obat-obatan saat ini mungkin efektif, tetapi memiliki efek samping yang serius dan tidak diinginkan.

Dia menambahkan bahwa serangga sering hidup dalam lingkungan yang tidak sehat dan tidak higienis, di mana mereka menghadapi berbagai jenis bakteri. Oleh karena itu, logis cara-cara serangga mengembangkan pertahanan untuk melindungi diri terhadap mikro-organisme.

Penelitian Mr Lee difokuskan pada studi tentang sifat-sifat khusus dari molekul antibakteri yang saat ini sedang diuji pada serangga super tersebut.

Menurut Society for General Microbiology, industri farmasi menghasilkan lebih sedikit antibiotik baru karena kurangnya insentif keuangan sehingga permintaan tinggi untuk sumber-sumber alternatif obat baru.

Mr Lee akan memaparkan penemuannya di hadapan teman ilmuwan di pertemuan masyarakat musim gugur di University of Nottingham.

Dr Naveed Khan bertugas mengawasi kerja Lee. Dia berkata, "Serangga super seperti MRSA telah mengembangkan perlawanan terhadap standar terapi dan perawatan yang kami lakukan."

"Mereka telah menunjukkan kemampuan untuk infeksi yang tidak dapat diobati, dan telah menjadi ancaman utama dalam perjuangan kita melawan penyakit bakteri. Jadi, ada kebutuhan terus-menerus untuk menemukan sumber tambahan antimikroba baru untuk menghadapi ancaman ini."