Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2011

Red Cliff

Red Cliff (bahasa Tionghoa: 赤壁; pinyin: Chì Bì; Jyutping: Cek3 Bik1 ; arti harfiah: "Tebing Merah") adalah sebuah film epik-perang yang dibuat berdasarkan peristiwa Pertempuran Chibi tahun (208-209 M) dan berlangsung pada penghujung Dinasti Han sebelum memasuki periode Zaman Tiga Negara dalam Cina kuno. Film ini disutradarai oleh John Woo, dan dibintangi oleh Tony Leung, Takeshi Kaneshiro, Zhang Fengyi, Chang Chen, Hu Jun, Lin Chi-ling dan Zhao Wei.
Di Asia, Red Cliff dirilis dalam dua bagian, dengan total durasi selama empat jam. Bagian pertama dirilis bulan Juli 2008 dan yang kedua pada bulan Januari 2009. Diluar Asia, versi tunggal berdurasi 2,5 jam telah dirilis tahun 2009, meskipun versi dua-bagian kemudian dirilis dalam bentuk DVD dan Blu-ray di Inggris. Dengan perkiraan anggaran sebesar US$80 juta, Red Cliff merupakan film Asia yang termahal pada saat itu Bagian pertama dari film ini menghasilkan laba kotor sebesar US$127juta di Asia dan memecahkan rekor box office yang sebelumnya dipegang oleh film Titanic di Republik Rakyat Cina

Produksi film ini dilakukan oleh Lion Rock Entertainment dan China Film Group Corporation Distributor film yang bergabung dalam film ini antara lain Chengtian Entertainment (Cina), CMC Entertainment / 20th Century Fox (Cabang Taiwan), Mei Ah Entertainment (Hong Kong), Avex Group/Universal Studios (Jepang), Showbox (Korea Selatan), dan Summit Entertainment (international) yang berbasis di Los Angeles.
Pembuatan film Red Cliff dimulai pada pertengahan April 2007. Pengambilan gambar dilakukan di studio film di Beijing, dan di Provinsi Hebei dimana adegan perang angkatan laut itu dilakukan di atas dua bendungan yang masih aktif
Pada tanggal 9 Juni 2008, saat pembuatan film seorang stuntman tewas dalam sebuah kecelakaan kebakaran, yang juga mengakibatkan enam orang lainnya terluka.
Efek khusus pada film Red Cliff II diproduksi oleh Modus FX, The Orphanage, Frantic Films, Red FX and Prime Focus.




                         
Red Cliff I : 2 CD                                    Red Cliff2 : 2 CD
Rp. 20.000 + Ongkos Kirim                    Rp. 20.000 + Ongkos Kirim

                          

Kamis, 18 Agustus 2011

Daftar Order Koleksi FILM yang tersedia :

001. (500) Days of Summer
002. 4.3.2.1
003. 10000 BC
004. A Walk to Remember
005. After Life
006. Alice in Wonderland
007. Alvin and the Chipmunks
008. American Beauty
009. An Education
010. Another Ciderella Story
011. Astro Boy
012. Avatar
013. Ballet Shoes
014. Battle for Terra
015. Beautiful
016. Beauty and the Beast
017. Beauty and the Briefcase
018. Black Swan
019. Bolt
020. Briney for the Record
021. Burlesque
022. Catatan si Boy
023. Cloudy with a Chance of Meatballs
024. Confessions of a Shopaholic
025. Coraline
026. Darah Garuda Merah Putih
027. Easy A
028. Eat Pray Love
029. Factor Girl
030. Fight Club
031. Final Destination 4
032. Final Destination 3
033. Gamer
034. Gie
035. Hachiko a Dogs Story
036. Halloween
037. Harry Potter and Deathly Hallows part 1
038. Harry Potter and the Chamber of Secrets
039. Harry Potter and the Goblet of Fire
040. Harry Potter and the Half Blood Prince
041. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
042. Harry Potter and the Sorcerers Stone

043. High Tension
044. How to Train Your Dragon
045. I'm a Cyborg, But That's Ok
046. Inception
047. Jennifer's Body
048. Kick Ass.
049. Knowing
050. Legend of The Guardians the Owls of Ga'Hoole
051. Let Me In
052. Lost In Translation
053. Lovely Luna
054. Martyrs
055. Memoirs of Geisha
056. New Moon
057. Orphan
058. Pan's Labrynth
059. Percy Jackson and the Olympians
060. Perfect Blue
061. Radit & Jani
062. REC
063. Requiem for a Dream
064. Rumah Dara
065. SAW 3D
066. SAW I
067. SAW II
068. SAW III
069. SAW IV
070. SAW V
071. SAW VI
072. Slumdog Millionaire
073. Sorority Row
074. Stay Alive
075. Step Up
076. Step Up 2 The Streets
077. Step Up 3D
078. Tangled
079. Tekken
080. The Chronicles of Narnia the Voyage of the Dawn Treader
081. The Collector
082. The Day After Tomorrow
083. The Extraordinary Adventures of Adele Blanc-Sec
084. The Killer Inside Me
085. The Last Exorcism
086. The Little Mermaid
085. The Nightmare Before Christmas
086. The Princess Diaries
087. The Princess Diaries 2 Royal Engagement
088. The Runaways
089. The Simpsons Movie
090. The Texas Chainsaw Massacre the Beginning
091. The Twilight Saga - Eclipse
092. Toy Story 3
093. Transformers 2 Revenge of the Fallen
094. Twilight
095. Watch Seed Of Chucky
096. Watch Shank
097. Zombieland
098. Boy.A
099. First Love
100. Insidious
101. Karate Kid
102. Kungfu Panda
103. Planet 51
104. Shutter
105. The Curious Case of Benjamin Button
106. Bangsal
107. Cinta
108. Fish Tank
109. G30S PKI
110. Hallowen II
111. Janji Joni
112. Lost in Love
113. Merah Putih
114. Paris, Je t'aime
115. Perfume The Story of Murderer
116. The Miracle Worker
117. Valentine's Day
118. 300
119. 2012
120. Animasi The Message
121. Bandung Lautan Api
122. Braveheart
123. Chocolate
124. Django
125. Jenghis Khan
126. Letter from Iwo Jima
127. Rambo
128. Red Cliff
129. Spiderman
130. The Empire of Faith
131. The Last Samurai
132. The Legion
133. The Message
134. The Rise of Evil
135. The Valkyrie
136. War of The World
137. We Were Soldire

Rabu, 17 Agustus 2011

FILM Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1


Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 (2010)
PG_13 146 min - Adventure | Drama | Fantasy - 19 November 2010 (Indonesia) As Harry races against time and evil to destroy the Horcruxes, he uncovers the existence of three most powerful objects in the wizarding world: the Deathly Hallows.

Director:
David Yates
Writers:
Steve Kloves (screenplay), J.K. Rowling (novel)
Stars:
Daniel Radcliffe, Emma Watson and Rupert Grint




Jika Berminat mendapatkan CDnya anda bisa kontak lewat email atau telpon. Pengiriman dan biayanya anda yang tentukan. Setelah transfer dan konfirmasi kepada kami, langsung diproses untuk dikirim.
Koleksi lainya anda bisa klik pada menu Film.

Senin, 14 Maret 2011

SEJARAH FILM INDONESIA


Sejarah produksi film indonesia diawali tahun 1927/1928, kala itu film pertama diproduksi di Bandung oleh dua orang Eropa, G Kreugers dan Ph. Carli. Pada masa itu pembuata film masih dilatarbelakangi oleh motif hobi semata. Film karya Kreugers utamanya membahas kehidupan sehari, contohnya film Eulis Aceh dan Bang Amat Tangkap Kodok. Sedangkan film karya Carli lebih banyak memuat konflik sosial antara orang Indonesia dengan golongan Eropa seperti “De banden van het bloed”, “Sarinah”, dan “Karina’s zelfpoffering”. Dalam hal penggunaan aktor, Kreugers lebih banyak menggunakan aktor lokal, sedangkan Carli menggunakan orang-orang Indo-Belanda. Film yang mereka produksi merupakan film bisu.

Apabila pionir dalam pembuatan film adalah orang Eropa, maka orang Cina-lah yang mengembangkan perfilman pada tingkatan berikutnya. Mereka memasuki bidang sinema karena mereka melihat peluang bisnis bagus di dalamnya. Motivasi komersial ini kemudian menjadi bahan bakar dalam kemajuan perkembangan film yang ditandai dengan keberhasilan dalam mengimpor banyak film Amerika dan Cina ke Hindia Belanda. Film-film Cina sangat populer di kalangan orang Tionghoa, kisah-kisah yang ditampilkan biasanya seputar legenda-legenda masa lalu dan kehidupan keluarga para pendahulu mereka.

Orang-orang Cina di Hindia Belanda kemudian mengikuti jejak film-film Impornya dalam hal pengisahan kisah tradisi keluarga masa lalu dan memproduksi film sendiri berjudul “Lily of Java” yang dimainkan oleh orang-orang Tionghoa dan tidak lupa juga mereka menampilkan teks dalam bahasa melayu.



Tahun-tahun berikutnya merupakan masa keemasan bagi industri film Indonesia. Banyak perusahaan film didirikan. Kisah-kisah yang ditampilkan kemudian banyak mengadopsi kisah-kisah Cina legendaris seperti “The Eight Swordfighters”, “Sang Pek Eng Tay” Dll.

Di tahun1930, film bersuara pertama diperkenalkan oleh Tan & Wong Bros Co. Dengan hasil yang sangat baik. Perusahaan-perusahaan lain segera mengikuti langkah ini. Namun dalam hal produksi, film-film yang dihasilkan masih belum bisa dilepaskan dari pengaruh film-film Impor Cina.

Di Tahun 1935 merupakan puncak kesuksesan sejarah industri film di Indonesia. Di tahun ini, film “Pareh” diproduksi oleh seorang Belanda bernama Mannus Franken. Film ini berbeda dari film lainnya, karena berusaha menarik perhatian dari orang luar negeri terutama orang Belanda dalam hal kehidupan sehari-hari orang pribumi. Aktor utamanya diambil dari orang Indonesia yang telah mendapat pendidikan sekolah. Bahasa yang digunakan bukan lagi Cina-Melayu, melainkan sepenuhnya Melayu. Banyak adegan pemandangan Indonesia dimunculkan seiring penceritaan kehidupan sehari-hari masyarakat di daerah pedesaan.


Melalui film ini, elemen baru, yaitu elemen pemberian informasi mulai timbul di samping motif komersial. Film-film setelah “Pareh” kemudian mengikuti jejak ini dalam hal mengungkapkan kehidupan sehari-hari orang Indonesia, dan sepenuhnya dimainkan aktor lokal. Di sisi lain, film-film aksi yang diimpor dari Amerika mulai juga mempengaruhi produser film dalam negeri, sehingga muncullah beberapa film lokal yang mengadopsi film Holywood. Ambilah contoh film “Alang-alang dan Putri Rimba” yang merupakan imitasi dari film “Tarzan and The Jungle Princess (dimainkan oleh Dorothy Lamour”).


Di masa ini beberapa film juga meraih kesuksesan seperti “Terang Bulan” yang pemeran utamanya dimainkan oleh Raden Mochtar dan Rukijah. Film ini biproduksi tahun 1937 oleh Anif, sebuah perusahaan dengan modal Belanda. Tema utama yang diusung film ini adalah kehidupa sehari-hari Masyarakat dengan “adat” . Pemilihan aktor Indonesia sangat diperhatikan, terutama dipengaruhi oleh film “Pareh”. Untuk mengamankan kebebasan lebih banyak dalam produksi film, maka sang penulis skenario, Saerun-seorang jurnasil terkemuka, memutuskan untuk menciptakan suatu lingkungan imajiner.

Kesuksesan “Terang Bulan” menyebabkan produser-produser Cina mengubah target pasarnya kepada publik Indonesia. Karena itu selanjutnya perkembangan film Indonesia mengalami perkembangan cepat. Begitu pula dengan perusahaan-perusahaan perfilman.

Beberapa waktu sebelum terpecahnya perang Pasifik, sebuah film berjudul “Kartinah” diproduksi. Film ini berbeda dari film sebelumnya karena telah memperlihatkan adegan serangan udara dan penggunaan lain dari peralatan perang terbaru. Pada masa itu, Indonesia (Hindia Belanda) memang tengah bersiaga dalam menghadapi serangan Jepang . Sang sutradara film “Kartinah” berusaha mencuri perhatian publik dengan memunculkan situasi mencekam yang dialami kota-kota di Indonesia . Hasilnya sangat memuaskan, orang-orang berjubel di bioskop untuk bisa menyaksikan film ini.